Seharian Cuma Duduk, Kok Badan Malah Pegal? Ini Penjelasannya


Pulang kerja dengan leher kaku, bahu pegal, atau pinggang terasa nggak nyaman, mungkin bikin kamu bertanya-tanya, “Padahal seharian cuma duduk, kok badan rasanya kayak habis olahraga?” Ternyata, otot nggak harus dipakai olahraga berat dulu untuk bisa terasa pegal. Terlalu lama diam dalam posisi yang sama juga bisa memicu rasa kaku dan nggak nyaman, terutama di area leher, bahu, punggung, dan pinggang. Saat duduk berjam-jam, apalagi sambil fokus menatap laptop atau HP, tubuh cenderung minim bergerak. Tanpa sadar, posisi kepala bisa semakin maju, bahu membungkuk, atau duduk miring ke satu sisi. Kalau posisi seperti ini dipertahankan cukup lama, beberapa bagian tubuh bisa terasa tegang dan kaku. Yang cukup eye opening, masalahnya bukan sekadar “salah posisi duduk”. Bahkan posisi duduk yang terasa nyaman pun bisa menimbulkan keluhan kalau dilakukan terus-menerus tanpa berganti posisi. Jadi, daripada sibuk mencari satu posisi duduk yang dianggap paling sempurna, tubuh justru perlu diberi kesempatan untuk berganti posisi dan bergerak secara berkala. Pegal karena Duduk Lama, Jangan Malah Rebahan Seharian Saat badan mulai pegal, rasanya memang paling enak langsung rebahan. Tapi bukan berarti tubuh perlu dibuat diam sepanjang hari. Coba selingi waktu duduk dengan gerakan sederhana. Misalnya berdiri sebentar, berjalan beberapa menit untuk mengambil minum, atau melakukan peregangan ringan. Nggak perlu menunggu leher kaku atau pinggang sakit dulu baru bergerak. Jadikan berganti posisi sebagai bagian dari rutinitas selama bekerja. Cara sederhana lainnya adalah mengurangi kebiasaan melakukan semua hal dari kursi. Meeting online sambil berdiri sesekali, berjalan saat menerima telepon, atau sengaja meletakkan botol minum sedikit lebih jauh bisa menjadi “alasan” supaya tubuh bergerak. Kalau nyeri sudah terlanjur muncul, jangan paksa bagian tubuh yang sakit bekerja berat seperti biasanya. Misalnya pinggang sedang nyeri, kurangi dulu aktivitas membungkuk berulang saat beberes rumah. Kalau pergelangan tangan yang sakit, hindari membawa belanjaan berat hanya dengan satu tangan. Namun, selama tidak memperburuk nyeri, aktivitas ringan tetap dapat dilakukan sesuai kemampuan. Kalau Masih Nyeri, Perlukah Minum Obat? Pada sebagian orang, mengurangi aktivitas dan bergerak ringan mungkin sudah cukup membuat keluhan berangsur membaik. Tapi kalau rasa sakit masih mengganggu aktivitas, obat pereda nyeri dapat dipertimbangkan. Salah satunya adalah ibuprofen, obat yang termasuk kelompok non-steroidal anti-inflammatory drugs atau NSAID. Ibuprofen memiliki efek analgesik untuk membantu meredakan nyeri sekaligus efek antiinflamasi untuk membantu mengurangi peradangan. Karena itu, ibuprofen dapat membantu meredakan berbagai kondisi nyeri ringan hingga sedang yang berkaitan dengan otot dan sendi. Namun, tidak semua orang cocok mengonsumsi ibuprofen. Sebelum menggunakannya, perhatikan aturan pakai dan kondisi kesehatan yang dimiliki. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika memiliki riwayat tukak lambung atau perdarahan saluran cerna, alergi terhadap aspirin atau NSAID, sedang mengonsumsi obat pengencer darah atau NSAID lain, atau memiliki kondisi medis tertentu Ada fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui: bukan hanya kandungan obat yang perlu diperhatikan, tetapi bentuk sediaannya juga dapat memengaruhi proses obat di dalam tubuh. Ibuprofen kini tersedia dalam bentuk kapsul lunak dengan clear cap technology, yang dirancang membantu penyerapan lebih cepat di tubuh. Meski begitu, obat pereda nyeri tetap perlu digunakan secara bijak dan sesuai aturan pakai. Gunakan sesuai aturan pakai dan dalam dosis efektif terendah selama diperlukan. Jangan menggunakan lebih banyak atau lebih lama dari yang dianjurkan. Jangan menjadikan hilangnya rasa sakit sebagai “lampu hijau” untuk langsung memaksakan aktivitas berat lagi, karena nyeri yang mereda belum tentu berarti penyebab keluhannya sudah sepenuhnya pulih. Jangan Abaikan Nyeri yang Terus Berulang Pegal setelah terlalu lama duduk memang sering kali tidak berbahaya. Namun, ada kondisi tertentu yang sebaiknya tidak hanya ditangani dengan istirahat atau obat pereda nyeri. Waspadai kalau nyeri terus berulang atau tidak membaik, terasa menjalar ke bagian tubuh lain, disertai kesemutan, mati rasa, atau anggota gerak terasa lemah. Nyeri yang sangat berat, muncul setelah cedera, atau disertai demam maupun keluhan lain yang tidak biasa juga sebaiknya diperiksakan. Jadi, kalau pekerjaan membuatmu harus duduk berjam-jam, ingat bahwa tubuh tetap butuh bergerak. Jangan tunggu sampai badan “protes” lewat rasa pegal atau nyeri. Mulai dari hal sederhana: ganti posisi, berdiri sebentar, dan selipkan aktivitas ringan di tengah kesibukan. Coba hitung, hari ini sudah berapa jam kamu habiskan dengan duduk?