Penyebab Sakit Gigi Gak Selalu Gigi Berlubang, Jangan Asal Minum Obat!
"Ah, paling cuma gigi berlubang."
Kalimat ini mungkin sering terlintas saat sakit gigi mulai datang. Padahal, tidak semua sakit gigi disebabkan oleh gigi berlubang. Ada yang berawal dari radang gusi, gigi retak, infeksi pada jaringan di sekitar gigi, hingga gigi bungsu yang tumbuh miring.
Karena penyebabnya bisa berbeda-beda, penanganannya pun tidak selalu sama. Itulah mengapa sakit gigi sebaiknya tidak langsung diatasi dengan asal minum obat tanpa mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu.
Kenapa Sakit Gigi Bisa Terasa Sangat Menyiksa?
Salah satu alasan sakit gigi terasa begitu mengganggu adalah karena di bagian dalam gigi terdapat pulpa, yaitu jaringan yang berisi saraf dan pembuluh darah. Ketika gigi mengalami kerusakan atau infeksi hingga mencapai lapisan ini, tubuh akan memicu proses peradangan sebagai respons alami.
Pada kondisi tersebut, tubuh juga memproduksi zat bernama prostaglandin, yaitu senyawa yang berperan dalam memunculkan rasa nyeri dan peradangan. Semakin berat proses peradangannya, semakin kuat pula sinyal nyeri yang dikirimkan ke otak. Tidak heran jika sakit gigi bisa terasa berdenyut, mengganggu makan, sulit tidur, bahkan membuat seseorang sulit berkonsentrasi saat bekerja.
Yang sering tidak disadari, rasa nyeri yang semakin hebat bukan berarti lubang gigi tiba-tiba membesar dalam semalam. Justru, keluhan biasanya memburuk karena peradangan di dalam gigi atau jaringan di sekitarnya terus berkembang apabila penyebabnya belum ditangani.
Sakit Gigi yang Dibiarkan Bisa Menimbulkan Komplikasi
Banyak orang memilih menunggu sampai rasa sakitnya hilang sendiri. Padahal, hilangnya nyeri belum tentu berarti masalah pada gigi sudah selesai.
Jika penyebab sakit gigi tidak segera ditangani, infeksi dapat berkembang lebih luas ke jaringan di sekitar gigi. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan gusi membengkak, pipi tampak membesar, muncul nanah (abses), hingga membuat mulut sulit dibuka atau mengunyah.
Karena itu, dokter gigi tidak hanya berfokus menghilangkan rasa sakit, tetapi juga mencari sumber masalahnya agar keluhan tidak terus berulang.
Penyebab Sakit Gigi yang Paling Sering Dialami
Ada beberapa kondisi yang paling sering menjadi penyebab sakit gigi, di antaranya:
- Gigi berlubang, terutama jika lubang sudah mencapai lapisan dalam gigi.
- Radang gusi, yang biasanya ditandai gusi kemerahan, bengkak, atau mudah berdarah.
- Gigi retak, yang sering menimbulkan nyeri saat menggigit makanan.
- Gigi bungsu yang tumbuh miring, sehingga menekan jaringan di sekitarnya dan memicu peradangan.
- Infeksi pada jaringan sekitar gigi, yang dapat menyebabkan nyeri berdenyut disertai pembengkakan.
Karena gejalanya bisa tampak mirip, pemeriksaan oleh dokter gigi tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Apa yang Bisa Dilakukan Saat Sakit Gigi Mulai Muncul?
Saat sakit gigi mulai terasa, usahakan tetap menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara perlahan dan membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi bila memungkinkan. Hindari mengunyah menggunakan sisi gigi yang terasa nyeri, terutama makanan yang terlalu keras atau terlalu manis karena dapat memperberat keluhan.
Apabila nyeri mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti makan, tidur, atau bekerja, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen dapat menjadi pertolongan pertama untuk membantu meredakan nyeri ringan hingga sedang sekaligus membantu mengurangi peradangan penyebab nyeri.
Ibuprofen bekerja dengan membantu menghambat pembentukan prostaglandin, yaitu zat yang memicu nyeri dan peradangan. Dengan begitu, rasa sakit dapat berkurang sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman.
Kini, ibuprofen juga tersedia dalam bentuk terlarut dengan Clear Cap Technology atau kapsul lunak. Formulasi ini dirancang agar kandungan ibuprofen berada dalam bentuk cair di dalam kapsul lunak, sehingga membantu penyerapan lebih cepat di tubuh dibandingkan sediaan tablet biasa.
Jangan Tunggu Sampai Pipi Bengkak
Meski obat dapat membantu meredakan nyeri, penting diingat bahwa obat bukanlah solusi untuk mengatasi penyebab sakit gigi. Jika keluhan sering kambuh, berlangsung lebih dari satu hingga dua hari tanpa perbaikan, atau disertai pembengkakan pada pipi, demam, maupun kesulitan membuka mulut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter gigi.
Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat pula penanganan yang tepat dapat diberikan. Jadi, jangan biasakan menganggap semua sakit gigi sama atau terus-menerus mengandalkan obat pereda nyeri. Mengenali penyebabnya sejak awal adalah langkah penting untuk mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari.
Artikel terbaru
Manfaat Kolagen Sapi untuk Kulit
20/09/2023
